Mesin Teknologi Tepat Guna Terbaru

13517 views

Mesin teknologi tepat guna akan selalu mengalami perkembangan seiring dengan adanya pergantian waktu yang ada. Jadi tidak perlu heran ketika muncul teknologi yang memiliki fungsi hampir sama. Karena seringkali teknologi yang muncul melengkapi kelemahan teknologi sebelumnya. Teknologi paling sederhana adalah cangkul untuk mengolah tanah. Adanya cangkul mempermudah tanah atau lahan ditanami berbagai jenis tanaman. Sayangnya cangkul memiliki kelemahan karena digerakkan tenaga manusia. Pengerjaannya membutuhkan waktu lama. Kemudian muncuk bajak yang penggerakannya menggunakan tenaga hewan-hewan ternak dengan tenaga besar seperti sapi maupun kerbau. Meskipun lebih maksimal dibandingkan dengan tenaga manusia. Namun tetap kurang maksimal, apalagi jika binatang tiba-tiba mogok atau kelelahan tentu pengolahan lahan menjadi terhambat. Kemudian munculnya traktor adalah jawaban atas permasalahan tersebut. Pengerjaan lahan menjadi lebih maksimal.

mesin teknologi tepat guna terbaru

 

Teknologi Tepat Guna Memberikan Manfaat Lebih

                  Mesin teknologi tepat guna akan memberikan manfaat lebih ketika mampu digunakan secara maksimal. Sebut saja adanya mesin untuk mengolah sabut kelapa. Sabut kelapa seringkali hanya dibuang atau dijadikan bahan bakar untuk tungku. Adakalanya digunakan untuk membakar sampah, karena sabut kelapa yang kering relatif sangat mudah terbakar. Sehingga tidak memerlukan minyak tanah atau bensin agar cepat terbakar. Nah, adanya mesin untuk mengolah sabut tersebut, meminimalisir penumpukan sampah dari sabut kelapa. Khususnya pada usaha penjualan kelapa atau parutan kelapa. Kemudian adanya mesin untuk membuat briket kayu juga memberikan kemanfaatan untuk mengolah berbagai limbah menjadi benda yang lebih berguna. Untuk membuat briket kayu memerlukan bahan-bahan yang relatif merupakan limbah dari industri lainnya. Misalnya serbuk gergaji yang merupakan sisa-sisa penggergajian kayu, sekam atau kulit ari dari padi atauu gabah, sabut jagung, jerami atau pohon gandum maupun padi, kulit-kulit kacang tanah, limbah dari tanaman teh, ranting kayu dan lainnya. Menggunakan mesin untuk membuat briket kayu sehingga membuat limbah tersebut menjadi bahan bakar. Bisa menghemat penggunaan bahan bakar seperti minyak tanah maupun gas.

 

Teknologi Tepat Guna Bisa Mencakup Berbagai Aspek

                  Ketika telah memahami bahwa teknologi tepat guna akan selalu mengalami perkembangan, perlu diketahui pula bahwasanya teknologi tersebut juga bisa mencakup berbagai aspek. Mulai dari aspek pertanian, peternakan, usaha, bahkan yang berhubungan dengan pelayaran atau nelayan. Adanya teknologi yang muncul apalagi dengan bahan-bahan yang relatif mudah ditemukan dan mudah dipraktikkan biasanya akan langsung menarik perhatian masyarakat. Sehingga tidak perlu khawatir dengan selalu munculnya teknologi tepat guna dengan model terbaru. Jika semakin banyak yang bermunculan dan sesuai dengan kebutuhan maka manfaat yang bisa diperoleh tentu jauh lebih besar. Manfaat yang diperoleh melalui efektifitas kinerja atau aktifitas yang dilakukan dan manfaat dari peroleh penghasilan yang juga lebih besar.

 

Mesin Lokal dengan Harga Terjangkau

                  Ketika semakin bermunculan teknologi tepat guna dengan bahan-bahan atau alat sederhana maka berarti teknologi tersebut merupakan produksi lokal. Dengan demikian untuk memperolehnya tentu lebih murah dibandingkan teknologi impor. Apalagi jika kualitas produk yang dihasilkan dari mesin tersebut kualitasnya tidak jauh berbeda. Artinya jika teknologi lokal tersebut digunakan para petani, peternak atau pengusaha lokal maka pengeluaran untuk teknologi tersebut tidaklah besar namun bisa memperoleh hasil maupun pendapatan yang maksimal. Jangan ragu menggunakan teknologi lokal. Selama Anda tepat menentukan pilihan melalui banyak pertimbangan maka mesin teknologi tepat guna yang berhubungan dengan usaha Anda akan semakin memberikan keuntungan yang maksimal pula.

Baca artikel sebelumnya tentang teknologi tepat guna sederhana yang berguna juga bagi masyarakat Indonesia